Arsip untuk Juli, 2008

Hati Hati Dengan Fitness First

Hervina Chairil – suaraPembaca


Jakarta – Saya sangat kecewa dengan pelayanan dari Fitness First (FF) di Pacific Place. Pada bulan Maret 2008 saya tertarik untuk join FF karena penawaran corporate rate yang katanya murah sebesar 365 ribu rupiah/ bulan (saya tidak diterangkan bahwa saya terikat kontrak satu tahun untuk membership ini dan ada pinalti bila putus di tengah jalan. Mungkin saat itu yang penting bagi mereka saya masuk dulu yang penting dapat duit).

Ternyata setelah berjalan satu bulan dan di tengah kesibukan tidak satu hari pun saya bisa datang ke Fitness tersebut. Sampai akhirnya pada bulan April muncul tagihan ke kartu kredit saya.

Pada bulan April itu juga saya minta ke FF untuk menghentikan keanggotaan saya. Saat itu saya ditemui oleh Bapak Felly (Membership Consultant) yang akhirnya menyarankan saya untuk mengambil cuti saja karena katanya sayang kalau membership saya di-cancel. Padahal saya sudah mendapat Rate Special.

Saya disarankan untuk mengambil cuti selama 2 bulan agar saya bisa mempertimbangkan apakah akan tetap ikut FF atau tidak. Akhirnya saya mengisi form cuti tersebut dan seiring dengan kesibukan saya, saya terkejut menerima laporan tagihan kredit card pada tanggal 20 Juli bahwa sudah ada autodebit dari FF sebesar 365 ribu.

Saya kesal kenapa tidak ada satu pun telepon yang mengingatkan saya bahwa bulan ini membership saya sudah aktif lagi. Atau menayakan apakah cuti saya akan diperpanjang atau tidak? Tapi, langsung mengambil uang dari kastamer.

Pada tanggal 22 Juli saya kembali ke FF dan bertemu dengan Pak Felly meminta agar membership saya dibatalkan saja. Saya setuju untuk membayar Rp 500 ribu untuk biaya pembatalan. Kemudian beliau mengirimkan seorang CS (Customer Service) yang katanya bisa meng-handle permasalahan ini.

Oleh CS setelah saya menceritakan panjang lebar mengenai masalah yang saya hadapi meminta nomor handphone (HP) saya yang katanya nanti Manager mereka akan menghubungi saya dalam waktu satu atau dua hari ini, dan bisa menceritakan (lagi) alasan saya ingin membatalkan membership saya. Tapi, pada kenyataannya sampai dengan tanggal 29 Juni saya tidak menerima satu telepon pun dari pihak FF dan akhirnya saya sempatkan diri datang ke FF pada jam makan siang untuk bertemu dengan Manager.

Kembali saya dikecewakan karena manager tidak mau menemui saya dan saya di-handle oleh CS wanita yang saya lupa namanya dan harus kembali bercerita mengenai permintaan saya untuk menonaktifkan membership saya. CS tersebut mengatakan bahwa mereka bisa menutup membership saya.

Tapi, sesuai dengan peraturan perusahaan bahwa saya harus notice 1 bulan di muka (berarti harus membayar 365 ribu) ditambah Rp 500 ribu untuk pinalti. Waduh saya merasa terjebak. Saya kehilangan uang untuk suatu yang sia-sia dan dari FF sendiri berusaha mempersulit saya untuk keluar dengan segala macam charge yang harus saya keluarkan.

Saya mohon para pembaca untuk berhati-hati untuk join FF. Saya juga baca dari blog di Australia ternyata hal yang sama juga terjadi di sana. Saya menyesal mengetahui hal ini setelah terlambat. Dan ternyata harga corporate itu juga cuma jebakan agar kita tertarik karena beberapa minggu yang lalu saya mendapat informasi untuk FF yang di Kuningan menawarkan membership Rp 2,5 Juta per tahun. Jauh lebih murah kan?

Tapi, sudahlah. Saya kapok dengan FF ini. Saya pastikan orang-orang di sekitar saya untuk tidak menginjak FF. Biarlah menjadi pengalaman buat saya dan mudah mudahan untuk pembaca semua.

Tips Memulai Bisnis Baru

Tidak mudah untuk memulai sebuah bisnis baru. Alih-alih langsung melakukan transaksi bisnis, seorang pemula biasanya terjebak dengan kesibukan-kesibukan yang justru menjauhkan dirinya untuk memulai kegiatan bisnis yang sebenarnya. Kalau hanya satu-dua-tiga hari sih masih untung. Yang sering terjadi justru sampai mingguan atau bulanan tanpa melakukan riil bisnis. Anda bisa menyebut apa saja. Sibuk membuat kartu nama, sibuk memilih font atau logo perusahaan, atau sibuk memikirkan konsep bisnisnya yang adiluhung.

Memang benar untuk memulai sebuah bisnis butuh persiapan yang matang, atau seperti dikatakan Robert Spiegel, penulis buku “The Shoestring Entrepreneur’s Guide to the Best Home-Based Businesses”, bahwa mempersiapkan sebuah bisnis tak ubahnya menyerut ujung pensil. Aktivitas bisnis Anda tentu bukan hanya pada seruncing apa ujung pensil Anda, tapi bagaimana Anda menggunakan pensil yang runcing itu kesuksesan bisnis anda.

 

Kalau Anda sedang mengalami kondisi seperti itu, ada 10 langkah menurut Robert Spiegel yang perlu Anda ingat dan lakukan:

#1. Buatlah List Kerja
Tempelkan di tempat selalu terlihat oleh Anda. Beri tanda dan warna yang menarik perhatian. List itu merupakan “kompas” pemandu Anda untuk merintis bisnis anda berjalan dan berhasil.

#2. Segeralah Melangkah
Tirulah bagaimana bayi belajar jalan. Jatuh-bangun, tanpa pernah menyerah, dengan langkah-langkah kecilnya. Seperti itu pula seharusnya Anda ketika memulai sebuah bisnis. Meski sedikit, pendek, dan kecil, segeralah melangkah. Realisasikan list kerja Anda, fokuslah, karena itu akan memperkecil rasa takut dan keasingan yang Anda alami. Keraguan-raguan hanya hilang oleh tindakan.

#3. Dapatkan Pelanggan atau Klien
Kalau anda belum mempunyai pelanggan atau klien, Anda belum bisa dikatakan punya bisnis, Jadi, dapatkan pelanggan atau klien pertama Anda untuk memulai bisnis baru Anda. Layani, rawat, dan puaskan pelanggan pertama Anda.

#4. Lupakan Kesempurnaan
Tidak mungkin Anda mengharapkan segala sesuatunya berjalan sempurna ketika awal-awal Anda merintis bisnis baru Anda. Pasti ada saja masalah dan rintangannya. Tapi tidak apa, itu biasa dan sangat wajar. Di sini, sikap realistis dan kesabaran Anda sangat dibutuhkan.

#5. Pilihlah Karyawan Pekerja Keras
Sangat penting di awal-awal merintis usaha baru Anda, Anda dikelilingi oleh orang-orang yang semangat dan pekerja keras. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang penuh gairah sehingga semakin menambah amunisi kerja bisnis Anda.

#6. Bicaralah Soal Bisnis
Kondisikan diri Anda dalam dunia bisnis dan sebagai pebisnis. Ganti pilihan kata dan bahasa Anda dalam kehidupan sehari-hari. Bicarakan perusahaan Anda sebagai bisnis, bukan tentang sebuah bisnis. Yakinkan diri Anda sendiri bahwa Anda sedang menjalankan sebuah bisnis. Sebab, kalau Anda sendiri tidak yakin dengan bisnis Anda, bagaimana Anda bisa mengharapkan orang lain yakin. Jangan katakan kata-kata yang menunjukkan Anda (seperti) tidak serius dalam bisnis. Misalnya saja, “Saya sedang berusaha memulai bisnis”. Katakan “Ini bisnis saya“.

#7. Hargai Diri Anda
Kita semua menyukai penghargaan. Ini saatnya untuk jujur pada diri sendiri, setiap minggu sekali, tanyakan pada diri Anda apakah Anda sudah melakukan sesuatu yang layak untuk dihargai, sesuatu yang nyata berpengaruh terhadap kemajuan bisnis Anda. Jangan sungkan-sungkan untuk merayakannya.

#8. Jadikan Semuanya Accountable
Temukan rekan bisnis, organisasi atau pemilik usaha lain yang bisa, langsung ataupun tidak langsung, mengawasi bisnis baru Anda. Langkah ini penting agar Anda selalu terdorong untuk melakukan langkah-langkah serius yang bisa dipertanggungjawabkan. Langkah ini juga membuat Anda selalu berada di jalur tujuan bisnis Anda.

#9. Antisipasi Perkembangan Zaman
Pastikan kalau bisnis Anda tidak ketinggalan zaman. Itulah mengapa Anda disarankan tidak lama-lama menghabiskan waktu untuk meruncingkan ujung pensil Anda. Sebab yang lebih penting adalah melakukan sesuatu untuk bisnis Anda. Di sini, Anda harus peka terhadap perkembangan zaman.

#10. Ingatlah Mimpi Anda
Ketika bisnis Anda sudah mulai berjalan, jangan takut untuk keluar dari “zona aman” Anda. Katakan pada diri Anda, “Sekarang saya sudah punya bisnis sendiri. Saatnya membesarkan bisnis saya”. Merubah tujuan dan menciptakan mimpi baru juga bisa menyegarkan semangat Anda seperti awal mula merintis bisnis baru Anda.

Selamat mencoba! Semoga berhasil.

Sumber : Bentrepreneur, Februari 2007

India Kembangkan Laptop Harga Rp100.000

Selasa, 29 Juli 2008 | 22:37 WIB

NEW DELHI, SELASA – Untuk mendukung pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan, pemerintah India mendorong pengembangan laptop seharga 10 dollar AS atau sekitar Rp100.000-an. Laptop tersebut akan dipakai di sekolah-sekolah menengah atas.

“Risetnya akan dilakukan Institut Sains India di Bangalore dan Institut Teknologi India di Chennai,” ujar D Purandeswari, Menteri Negara Pendidikan Menengah India dalam sebuah konferensi pers di Delhi, Selasa (29/7). Ia tidak menyebutkan lebih lanjut mengenai spesifikasi komputer tersebut, namun memastikan sebagian ongkos pembuatannya akan disubsidi pemerintah.

Selain penyediaan laptop murah, pemerintah India juga mengembangkan peralatan akses Internet murah. Jaringan Internet akan dibangun sampai ke pelosok untuk meningkatkan pembelajaran jarak jauh berbasis IT. Sekolah-sekolah menengah rencananya juga akan diberi bandwidth cuma-cuma untuk mengakses Internet dalam program pendidikannya.

India termasuk negara dengan penetrasi Internet rendah. Dari 1,13 miliar penduduk, hanya terdapat 4,38 juta pelanggan Internet berkecepatan tinggi.

Upaya memajukan IT India untuk pendidikan telah dirintis sejak lama bersama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Microsoft dan Intel. India juga pernah mencanangkan pengembangan komputer dengan harga murah sebelumnya.

Pemerintah India tidak berminat dengan program One Laptop Per Child (OLPC) yang digagas Nicholas Negroponte. Alasannya, pemberian laptop untuk setiap anak sekolah dinilai akan menghasilkan dampak sampingan terutama menmghambat kreativitas dan daya analisis. Meski demikian, pilot project OLPC dilakukan di sana sejak tahun lalu dengan dukungan salah satu penyedia jasa Internet, Reliance Communication.

Microsoft Research Center di India, sejak dua tahun terakhir justru mengembangkan aplikasi agar satu komputer dapat diakses lebih dari satu orang. Selain akan menekan biaya, penggunaan berkelompok akan memacu kolaborasi. Salah satunya aplikasi MightyMice yang memungkinkan 30 mouse dapat dipakai bersama di satu komputer yang telah diinstal platform Multipoint.


 

Juli 2008
S S R K J S M
    Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 689 hits